Pernah Mendengar Hamil Anggur ??? Ini penjelasannya ! Wanita Wajib Baca

Obatinfeksi.com – Sebagian besar dari kita pasti belum pernah mendengar yang namanya hamil anggur.Hamil anggur bukan hamil seperti pada wanita biasa yang terdapat buah anggur.Hal tersebut hanya sebuah istilah dari tumor jinak yang terdapat pada rahim.

 Hamil Anggur

Hamil anggur dapat terjadi jika seseorang mengalami sel-sel abnormal ketika sel telur yang telah di buahi serta plasenta tidak bekerja dengan baik.Hal semacam itu dapat menyebabkan sekumpulan kista.

Hamil angur memang sangat jarang terjadi,namun setiap wanita tetap mempunyai potensi terkena penyakit ini.Pengetahuan mengenai penyakit ini juga di perlukan sebagai antisipasi dan  juga penanganan pertama yang jika Anda atau sahabat terkena tumor jinak pada rahim.

Penanganan dengan segera sangat di perlukan guna menghindari penyakit hamil anggur komplikasi yang dapat menyebabkan penyakit trofoblastik gestasional.

Jenis Serta Penyebab

Kromosom merupakan penyebab utama tumor jinak pada rahim.Sel telur yang dibuahi yang  tidak mempunyai informasi genetika .Selain itu jika sel telur  dibuahi oleh 2 sperma secara bersamaan akan menyebabkan kelainan sehingga tidak heran ada 2 jenis hamil anggur, yaitu tumor jinak pada rahim parsial dan hamil anggur lengkap.

Hamil anggur lengkap

Merupakan kondisi dimana fetus tidak terjadi akibat sel telur yang dibuahi tidak mendapatkan informasi dengan baik sehingga menyebabkan jaringan abnormal berkumpul sampai memenuhi rahim.

Tumor jinak pada rahim parsial

Hamil anggur parsial ialah sel telur yang dibuahi oleh 2 sperma sekaligus.Pertumbuhan fetus dan jaringan plasenta abnormal dapat menyebabkan kerusakan  yang fatal.

Gejala

Pada dasarnya gejala yang di timbulkan dari penyakit tumor jinak pada rahim terjadi sama dengan wanita hamil normal pada umunya.Namun jika di perhatikan dalam jangka waktu lama,akan terdapat hal berbeda,beberapa contoh :

  1. Muntah serta mual parah
  2. Hipertensi
  3. Pada masa trimester pertama terjadi pendarahan
  4. Kista ovarium
  5. Ukuran rahim yang lebih besar di banding dengan waktu seharusnya
  6. Adanya jaringan berbentuk anggur dari alat kelamin
  7. Anemia
  8. Rasa sakit pada punggung

Ada banyak wanita hamil yang tidak menyadari terjadinya hamil anggur.Hal tersebut disebabkan dari gejala yang di timbulkan hampir sama dengan gejala hamil normal pada umumnya.Oleh karena itu,banyak ahli atau dokter menyarankan agar wanita yang sedang melakukan program kehamilan untuk rutin memeriksakan diri demi menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.

Faktor Penyebab

Upaya pencegahan merupakan hal yang sangat penting yang harus di lakukan.Namun perlu juga untuk di ketahui beberapa perilaku yang dapat meningkatkan potensi terkena hamil anggur.

  • Pernah mengalami keguguran
  • Proses diagnosis hamil anggur
  • Sebelumnya pernah mengalami hamil anggur

Seseorang yang mengalami gejala di atas lebih berisiko terkena hamil anggur.Meskipun hampir rata-rata tidak menyadari dirinya terinfeksi,namun untuk memastikannya dapat menggunakan USG serta tes darah.

Kadar hormone HCG akan di cek dengan melakukan tes darah,sedangkan USG akan dilakukan pada trisemester pertama saat kehamilan guna mengetahui kondisi wanita hamil.

Penanganan

Pengobatan atau penanganan sangat di perlukan dengan segera jika seseorang telah positif mengalami penyakit hamil anggur.Penanganan dengan segera mencegah penderita mengalami hamil anggur komplikasi,beberapa upaya pencegahan komplikasi :

Kuret

Pengangkatan rahim atau  istilah lain histerektomi merupakan proses dimana seseorang akan di angkat rahimnya sehingga tidak dapat mempunyai keturunan.

Jika telah selesai melakukan pengangkatan,kadar hormone HCG akan di periksa oleh dokter .Jika masih terdapat kadar hormone HCG akan di lakukan penanganan lebih lanjut.

Proses pemeriksaan kadar HCG biasanya akan di lakukan setiap 2 minggu selama 1 tahun tergantung dari bagaimana kondisi pasien.Hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa sel-sel abnormal yang dapat menyebabkan tumor jinak pada rahim tidak tumbuh kembali .Ini juga bertujuan untuk memantau penyakit trofoblastik.Pada umumnya sel-sel akan mati di dalam rahim,namun jika  terdapat indikasi penyakit trofoblastik,penderita akan di sarankan untuk menggunakan kemoterapi.

Penderita yang sedang menjalankan proses pemantauan,akan di sarankan untuk menunda kehamilan.Selain itu bagi penderita yang menjalankan kemoterapi,rata-rata akan mengalami menstruasi dalam setengah tahun seusai pengobatan selesai.