Merokok Itu Berbahaya ! Tapi Bagaimana Jika Rokok Elektrik ???

Obatinfeksi.com – Semakin berkembangnya zaman,trend juga ikut berubah.Rata-rata orang yang suka merokok tembakau menjadi rokok elektrik.Selain karena trend,rokok elektrik juga di anggap lebih sehat di banding dengan rokok tembakau pada umumnya.Benarkah demikian ? Pada kenyata’annya status kesehatan dari rokok elektrik itu sendiri masih menjadi masalah.

Rokok Elektrik

Rokok elektronik atau biasa di sebut dengan vape,e-cigarete atau bahkan e-cig semakin menarik hati masyarakat,tidak hanya yang tadinya candu terhadap tembakau,namun seseorang yang pasif terhadap rokok juga ikut serta menikmati rokok elektrik.Selain karena trend,rasa yang di hadirkan dari rokok elektrik juga beraneka ragam.

Saat ini rokok elektrik secara umum di bedakan menjadi beberapa  tipe,yaitu

  • Rokok elektrik dengan tabung untuk isi cairan
  • Rokok elektrik berbentuk mirip rokok tembakau
  • Rokok elektrik mod ( Baterai dan cairan terpisah)

Salah satu jenis yang di sbeutkan pasti ada yang sering Anda jumpai.Bahkan mungkin Anda juga memilikinya.3 jenis rokok elektronik ini banyak di jumpai dengan berbagai modifikasi sesuai kebutuhan para penggunanya.

Banyak orang yang beranggapan  bahwa rokok elektronik lebih sehat sebab tidak mengandung asap dan juga bebas dari polusi udara.Produsen rokok elektrik juga berpendapat yang sama,rokok elektronik lebih aman di gunakan di banding dengan rokok tembakau pada umumnya.

Baca juga : “Anda sulit tidur ? Baca Tips Jitu Tidur Mudah Dan Cepat

Ada penelitian yang menyebutkan bahwa benar adanya ketika kadar racun yang dapat memicu kanker di ukur,rokok elektronik menunjukan lebih sedikit racun ketimbang dari pemakaian rokok tembakau.Pada kesimpulan penelitian yang di lakukan,rokok elektronik lebih aman di banding dengan rokok tembakau dari sisi medis secara umum.

Rokok Elektrik

Mengganti Rokok Tembakau Dengan Rokok Elektronik

Rata-rata orang yang beralih ke rokok tembakau ke rokok elektrik mempunyai alasan jika ingin menghilangkan kebiasaan merokok tembakau dengan perlahan.Namun perlu untuk di ketahui bahwa belum ada penelitian yang secara serentak menyatakan bahwa peralihan dari rokok tembakau ke rokok elektronik dapat mengurangi kebiasaan merokok tembakau.

Meski sudah ada yang melakukan penelitian mengenai rokok elektronik dapat mengurangi kebiasaan merokok tembakau,namun nampaknya belum begitu efektif untuk beberapa orang yang sudah 6 tahun merokok menggunakan tembakau.

Instansi yang sama juga berpendapat mengenai rokok elektronik yang dapat mengurangi kebiasaan mengkonsumsi rokok tembakau pada PPOK atau penderita penyakit paru-paru kronik.

Salah satu lembaga rumah sakit menyarankan bahwa jika pemakai rokok elektrik ingin mengurangi kebiasaan menggunakan rokok tembakau,untuk  cermat dalam menggunakan kadar yang tepat.Hal itu bertujuan agar menghindari perilaku candu terhadap nikotin yang bisa muncul ketika berhenti merokok.Dengan begitu,tingkat keberhasilan dalam mengurangi zat beracun dalam rokok dapat meningkat atau lebih tinggi.

Instansi Kesehatan Internasional dan Nasional Terhadap Rokok Elektrik

Lembaga kesehatan di Amerika serikat (CDC) berpendapat bahwa mengartikan rokok elektronik lebih aman di pakai bukan berarti rokok elektrik tidak berbahaya.Namun rokok elektronik masih berpotensi mendatangkan penyakit.Di sarankan untuk menghindari rokok elektrik bagi orang yang belum candu.

Selain itu,tingkat keamanannya masih menjadi perdebatan,ada yang pro dan juga kontra terhadap rokok elektronik baik untuk jangka panjang atau jangka pendek secara pasti.

Perlu untuk di ketahui bahwa ada temuan lain mengenai cairan yang di gunakan dalam rokok elektrik,yaitu kandungan zat berbahaya dengan jumlah yang berpotensi menyebabkan kanker.Bahan-bahan yang di gunakan sangat berpotensi mematikan sel-sel kulit pada rongga mulut serta lapisannya.

Tanggapan World Health Organization (WHO)

World Health Organization menyatakan bahwa produsen yang membuat rokok elektronik untuk tidak boleh mengklaim bahwa rokok elektrik dapat menghentikan kebiasaan mengkonsumsi rokok tembakau.

BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan)

BPOM mengajukan pihak terkait untuk memberikan pelarangan dalam mengkonsumsi rokok elektrik sebab semakin meningkatnya pengguna rokok elektronik yang di lihat dari segi kesehatannya masih sangat berdampak negative terhadap kesehatan.Maka dari itu Badan Pengawasan Obat dan Makanan mendorong pihak-pihak terkait untuk menerapkan regulasi pelarangan rokok elektronik.

Kandungan Yang Terdapat Pada Cairan Berperisa pada Rokok Elektrik

Sistem pengiriman nikotin elektronik (ENDS) atau istilah lain dari rokok elektronik yaitu rokok pengganti tembakau yang bertenaga baterai berjenis alat penguap yang dapat menimbulkan sensasi tertentu seperti menghisap rokok tembakau.Maka tidak heran bahwa sebagian jenis ada yang di temukan dengan bentuk seperti rokok tembakau pada umumnya.

Pada rokok elektrik terdapat liquid atau dapat di artikan dengan tabung yang berisi cairan berperisa yang mengandung beberapa jenis bahan kimia seperti gliserin,propilen glikol dan lain-lain.Beberapa jenis rokok elektrik juga di tambah dengan nikotin dengan kadar yang dapat di sesuaikan.Pada proses penggunaannya,tabung liquid akan di panaskan dan menghasilkan uap,nah uap tersebut yang di hirup oleh para pengguna rokok elektronik.

Nikotin

Kita semua tahu bahwa nikotin merupakan salah satu zat yang dapat menyebabkan penyakit kanker.Tidak hanya di rokok jenis tembakau saja,nikotin juga di temukan pada rokok dengan jenis elektronik,sehingga dapat memicu depresi ketika seseorang berhenti mengkonsumsinya.

Perlu untuk di ingat bahwa zat berbahaya nikotin juga dapat menyebabkan rusaknya paru-paru,penyakit jantung,nafas terengah serta tubuh gemetar dan pusing.Akan lebih di sarankan untuk tidak mengkonsumsinya demi kesehatan.

Propilen glikol

Meskipun zat ini di katakan aman untuk di konsumsi untuk sebagian orang,namun tetap masih berpotensi mendatangkan gejala iritasi paru-paru serta iritasi mata. Propilen glikol juga tidak di sarankan untuk di konsumsi oleh orang yang mempunyai penyakit asma sebab dapat menyebabkan asma bertambah parah.Perlu untuk di ketahui bahwa zat propilen glikol yaitu zat yang di buat  di laboratorium.

Gliserin

Jika Anda pernah mencoba rokok elektrik atau rokok tembakau dengan jenis tertentu,pasti akan merasakan rasa manis pada rokok.Gliserin adalah cairan yang memiliki rasa manis tersebut.Meskipun sebagian peneliti menganggap aman untuk di konsumsi,akan tetapi masih di butuhkan penelitian lebih lanjut untuk efek jika di hirup secara berlebihan.

Bahan kimia berstatus tidak aman

Tidak hanya nikotin saja zat yang berbahaya yang terdapat pada rokok elektronik,nikotin , merkuri, akrolein, asetaldehida, formalin dan timbal juga di temukan pada rokok elektrik.Sehingga jika terkena panas,aerosol dapat terbentuk dan menyebabkan gangguan kesehatan pada pemakainya.

Perisa

Seperti yang telah di jelaskan,tabung di dalam rokok atau liquid di produksi dengan tambahan rasa atau perisa yang bermacam-macam.Beberapa yang telah banyak beredar di antaranya :

  1. Cheesecake
  2. buah-buahan
  3. popcorn
  4. kayu manis

Dari 4 jenis yang banyak beredar, diasetil adalah tambahan zat kimia yanmg terdapat dari jenis-jenis perisa tersebut.Banyak orang yang mengait-ngaitkan dengan menghirup diasetil dengan PPOK (penyakit paru obstruktif kronis)

Kesimpulannya,meskipun  produsen rokok elektronik mengklaim bahwa rokok elektronik lebih aman,namun pembuktian produsen rokok elektronik belum sepenuhnya di buktikan.Sehingga dunia medis masih perlu meninjau dan meneliti lebih dalam mengenai pemakaian jangka panjang rokok elektronik untuk status keamanannya.Demi menghindari penyakit-penyakit berbahaya,akan lebih baik untuk tidak bergantung serta mengkonsumsi rokok jenis elektronik maupun tembakau yang jelas-jelas mengandung zat berbahaya yang sangat merugikan kesehatan.Terlebih untuk rokok elektronik belum ada kebenaran yang pasti terkait lebih aman atau tidaknya rokok elektronik di banding dengan rokok tembakau.